Review Anime That Time I Got Reincarnated as a Slime
Review Anime That Time I Got Reincarnated as a Slime. That Time I Got Reincarnated as a Slime tetap menjadi salah satu anime isekai paling populer dan konsisten hingga akhir Januari 2026 ini. Cerita mengikuti Satoru Mikami, karyawan kantoran biasa berusia 37 tahun yang tewas ditikam saat menyelamatkan rekan kerjanya. Saat sadar, ia bereinkarnasi di dunia fantasi sebagai slime terlemah bernama Rimuru Tempest. Dengan kemampuan unik Predator yang memungkinkannya menyerap dan mendapatkan skill dari makhluk lain, Rimuru mulai membangun kekuatan dari nol. Ia bertemu Veldora, naga badai legendaris yang disegel, dan menjalin persahabatan yang mengubah nasib keduanya. Rimuru kemudian memutuskan mendirikan negara sendiri bagi monster dan makhluk terbuang, mengubah hutan Jura menjadi pusat perdagangan dan kekuatan baru. Premis ini langsung memikat karena menggabungkan elemen nation-building, OP MC yang ramah, serta campuran aksi, komedi, dan politik fantasi. Di 2026, seri ini masih sangat hidup berkat season ketiga yang tayang 2024, season keempat yang sudah diumumkan resmi dengan jadwal tayang musim panas 2026, serta film dan spin-off yang terus menambah lore dunia Tensura. BERITA BASKET
Plot dan Struktur Cerita: Review Anime That Time I Got Reincarnated as a Slime
Alur cerita berjalan dengan progresi yang memuaskan dan terstruktur baik. Season pertama fokus pada kelahiran Rimuru sebagai slime, pertemuan dengan goblin dan orc, serta pembentukan desa monster pertama. Ia menggunakan skill analisis dan predator untuk menyerap kemampuan musuh, lalu mengubahnya menjadi kekuatan defensif dan ofensif. Season kedua memperluas ke konflik besar melawan pasukan Falmuth, invasi orc disaster, serta pembentukan Federasi Jura Tempest. Rimuru tidak hanya bertarung; ia membangun infrastruktur, ekonomi, dan diplomasi dengan negara manusia serta ras lain. Arc-arc kemudian mengeksplorasi politik antar negara, ancaman dari kekuatan kuno seperti Clayman atau Eastern Empire, serta pertarungan epik melawan True Dragon dan Primordial Demon. Pacing cepat di aksi, tapi lambat di bagian nation-building yang menunjukkan Rimuru sebagai pemimpin visioner. Meski ada momen grinding skill atau pertemuan baru yang terasa repetitif, pengungkapan bertahap tentang dunia, seperti rahasia Veldanava atau sistem skill, membuat cerita tetap segar. Dengan season keempat yang akan datang, plot diprediksi masuk fase konflik global yang lebih intens.
Karakter Utama dan Pendukung: Review Anime That Time I Got Reincarnated as a Slime
Rimuru Tempest adalah protagonis isekai yang paling disukai banyak orang karena kepribadiannya yang ramah, bijaksana, dan tidak sombong meski overpower. Awalnya ia polos dan suka bercanda, tapi lambat laun menjadi pemimpin yang tegas saat melindungi rakyatnya. Ia tidak haus kekuasaan; tujuannya menciptakan tempat damai bagi semua ras. Karakter pendukung seperti Shuna yang pintar, Benimaru yang setia, Shion yang over-enthusiastic, Diablo yang sadis tapi loyal, serta Veldora yang kocak menambah dinamika keluarga besar yang hangat. Rival seperti Milim, Guy Crimson, atau pemimpin negara manusia punya kedalaman dan motivasi yang membuat interaksi terasa hidup. Interaksi antar karakter penuh humor dari reaksi berlebihan Shion atau Veldora, serta momen emosional saat Rimuru kehilangan bawahan atau menghadapi dilema moral. Kekuatan utama di sini adalah bagaimana Rimuru memengaruhi orang sekitarnya—banyak yang awalnya musuh atau takut akhirnya menjadi sekutu setia karena keadilan dan kekuatannya.
Seni dan Visual
Seni That Time I Got Reincarnated as a Slime termasuk yang cerah dan berkualitas tinggi di genre isekai. Desain Rimuru sebagai slime biru imut sangat ikonik, dengan transformasi manusia yang karismatik dan ekspresif. Karakter lain punya desain menarik yang mencerminkan ras mereka—orc hijau kekar, goblin kecil lincah, demon elegan. Animasi pertarungan dinamis, terutama saat Rimuru melepaskan skill ultimate seperti Gluttony atau Beelzebuth, dengan efek visual mencolok dan impact tinggi. Latar belakang Tempest dibuat indah dengan kota yang berkembang dari desa sederhana menjadi metropolis fantasi, hutan Jura yang mistis, serta kastil megah. Warna cerah mendukung nada petualangan ringan, sementara adegan serius memiliki pencahayaan dramatis. Season ketiga mempertahankan kualitas tinggi dengan peningkatan di efek sihir dan massa pertempuran. Secara keseluruhan, visual mendukung tone fun tapi epik, membuat setiap episode enak ditonton dan pantas menjadi salah satu kekuatan terbesar seri ini.
Kesimpulan
That Time I Got Reincarnated as a Slime adalah anime isekai yang hampir sempurna dalam menggabungkan nation-building, aksi overpower, komedi hangat, dan world-building mendalam. Kekuatannya terletak pada Rimuru sebagai MC relatable yang membangun kerajaan dengan kebaikan hati, cast pendukung yang karismatik, serta progresi cerita yang memuaskan tanpa terlalu gelap. Meski ada kekurangan kecil seperti beberapa arc yang terasa filler atau pacing lambat di bagian diplomasi, keseluruhan seri tetap adiktif dan salah satu yang paling enjoyable di genrenya. Di 2026, dengan season keempat yang sudah dikonfirmasi dan cerita light novel yang mendekati akhir, sekarang adalah waktu terbaik untuk binge ulang atau menunggu kelanjutan. Bagi penggemar isekai yang suka OP MC ramah, pembangunan dunia, dan campuran humor serta pertarungan epik, Tensura menawarkan pengalaman yang sulit ditandingi—salah satu seri terbaik yang terus berkembang dan patut ditunggu.
